Sabtu, 14 September 2013

Senandung Cinta Terpisah Oleh Maut



Senandung Cinta Terpisah Oleh Maut
Seorang siswa SMP Bina Bangsa, yang bernama Andi, ialah siswa yang bisa dikatakan pendiam. Disaat ia menginjak bangku Kelas dua, ia mulai bergaul dengan teman-teman nya. Saat itu dia mengawali pergaulannya dengan sedikit canggung, namun dengan cara perlahan tapi pasti, Andi sudah mulai terbiasa bergaul dengan kawan-kawannya.
            Suatu hari disaat ia pergi ke kantin bersama sahabatnya, ia melihat seorang gadis yang membuat hatinya senang. Lambat laun, setelah ia bertemu dengan gadis itu, ia sering sekali memikirkannya. Andi berusaha keras agar bisa kenal dengan gadis itu, namun usahanya sering gagal, karna di saat ia ingin ngobrol dengannya, gadis itu selalu menghindarinya, usahanya terbilang sia sia.
            Suatu hari, ya itu hari Jum’at, dimana Andi biasa mengikuti kegiatan ekstrakulikuler Pramuka sepulang sekolah. Hari itu terasa berbeda bagi Andi, karena disaat ia datang ke sekolah untuk menjalani kegiatan ekstrakulikulernya ia melihat gadis yang selama ini membuat senang hatinya.
“Ah… ternyata dia mengikuti Pramuka juga… hmmm” Sembari tersenyum riang .
            Kemudian  Andi menyapa gadis itu dengan harapan bisa mengenalnya lebih jauh.
“Hai..” sapa Andi 
“Hai juga..” jawab sang gadis
“Hihihihi.. Boleh kah saya tahu namamu ?” tanya Andi
“Hmm.. Boleh kok, namaku Rini, kalau namamu siapa ?”jawab dan tanya gadis itu
Singkat waktu perbincangan itu, mereka mulai terlihat akrab. Andi pun mulai merasa suka pada Rini, dan begitu pula sebaliknya, Rini juga memiliki rasa yang sama dengan Andi.
 Beberapa Bulan kemudian, Andi mengajak Rini jalan-jalan, kemudian mereka mampir ke sebuah tempat makan. Disaat setelah mereka makan, Andi mengungkapkan perasaannya kepada Rini, ia tampak senang bisa mengungkapkan perasaanya tersebut, Rini juga merasa senang akan ungkapan perasaanAndi itu. “Begini Ndi, bukannya aku tidak mau menerima mu, sebentar lagi kan kita akan menghadapi ujian kenaikan kelas, jadi kita harus konsen dulu, masalah itu entar kalau udah naik kelas aja ku jawab…”ungkap Rini pada Andi.
“Owhhh..begitu ya.. okelah kalau begitu, kita konsen menghadapi ujian dulu. Eh tapi jangan lupa janjimu” sahut Andi dengan Gembira.
Singkat Cerita, mereka berdua sudah berhasil naik kelas, Andi merasa senang akan hal ini. Kemudian, sepulang sekolah ia menemui Rini, dan menanyakan tentang janjinya dulu.
“ Iya ndi aku inget, jawabnya nanti yah lewat sms, aku malu mau jawab sekarang, hehehe” kata Rini.
“ Haduuhh… iya dah, aku tunggu smsmu nanti yaa. Hehehe” jawab Andi.
Sepulang sekolah, Andi ganti baju dan mengambil makanan, dan menunggu-nunggu
sms dari Rini. “Tit tit tit… tiit tit” hp Andi berbunyi, dengan segera Andi membuka hp dan mulai membaca sms dari Rini, “iya Ndi aku mau kok
J” Sebuah kalimat yang dikirimkan Rini lewat sebuah sms, membuat Andi begitu senang, karena yang selama ini ia inginkan pada akhirnya menjadi kenyataan juga. Semenjak kejadian itu, Andi begitu bersemangat untuk pergi ke sekolah, tak sabar menanti datangnya seorang gadis yang menyayanginya, bak hati, dan selalu menyemangatinya untu belajar dengan rajin. Andi selalu menenmani Rini ke perpustakaan, ke kantin, dan juga mereka sering pulang bersama – sama.
Hubungan dua sejoli itu berlanjut hingga SMA, mereka berdua tidak satu sekolahan lagi. Tetapi Andi dan Rini berjanji untuk saling menjaga perasaan satu sama lain, agar tiada pertikaian, dan menjauhkan dari rasa cemburu di benak mereka.
Enam bulan menjalani masa – masa SMA, Andi mendengar kabar dari teman satu sekolahan Rini, bahwa Rini sedang didekatin seorang laki – laki disekolahannya, mendengar kabar itu timbullah rasa cemburu dibenak Andi. Sepulang sekolah, Andi menyimpan rasa cemburunya di depan Rini dengan raut muka yg begitu sedih disaat ia menemuinya, Rini pun menanyakan kenapa Andi tampak sedih. Andi kemudian menceritakan apa yang telah didengarnya. Kemudian Rini mengklarifikasikan masalah tersebut.
Sesampai dirumah Andi masih belum percaya sepenuhnya akan penjelasan Rini, sesaat memikirkannya, terdengar ada yang sedang mengetuk pintu rumah Andi, ketika ia membuka pintu ternyata Rini yang ada dibalik pintu, kemudian Andi mengajak rini masuk ke ruang tamu dan menanyakan ada apakah Rini kerumahnya, ternyata tujuan Rini kerumah Andi ialah memperjelas masalah tadi yang ia klarifikasikan, Andi sekarang menjadi lebih lega akan penjelasan Rini. Mulai saat itulah hubungan keduanya semakin erat dan kuat.
Beberapa minggu kemudian, Andi menyiapkan suprize untuk Rini yang hari itu sedang ulang tahun. Setelah menyiapkan suprize, Andi menunjukkannya kepada Rini dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun dan meberikan hadiah kepadanya, Rini tampak begitu senang akan Hal itu dan ia mengucapka banyak terimakasih pada Andi. Dan kemudian Andi mengajak Rini makan bareng.
Ke esokan harinya, tepat pada hari Minggu pagi Rini mengantarkan Ibundanya pergi belanja ke pasar. Namun kejadian na’as datang pada Rini dan Ibundanya, ditengah jalan sepeda motor yang dinaiki oleh rini tertabrak oleh Bus Pariwisata, keduanya langsung dibawa masyarakat setempat ke Rumah Sakit terdekat. Mendengar kabar akan terjadinya kecelakaan yang menimpa Rini dan Ibundanya Andi pun langsung pergi ke Rumah Sakit, dimana Rini dan Ibundanya berada. Disaat Andi sampak ke Rumah Sakit, Andi diberitahu oleh sanak keluarga Rini yang sudah berada disana, bahwa Rini meninggal disaat dirawat, dan Ibunda Rini sedang kritis. Mengetahui akan hal itu Andi meneteskan air matanya, dan sangat terpukul. Sore harinya Andi datang ke acara penguburan jenazah Rini, Andi meneteskan lagi air matanya, mengingat kenangan yang mereka berdua lalui. Dan senandung cinta mereka terpisah kan oleh maut. Sejakhari itulah Andi menjalani harinya tanpa kehadiran seorang pujaan hatinya, Rini tersayang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar