Senandung Cinta
Terpisah Oleh Maut
Seorang siswa SMP Bina
Bangsa, yang bernama Andi, ialah siswa yang bisa dikatakan pendiam. Disaat ia
menginjak bangku Kelas dua, ia mulai bergaul dengan teman-teman nya. Saat itu dia
mengawali pergaulannya dengan sedikit canggung, namun dengan cara perlahan tapi
pasti, Andi sudah mulai terbiasa bergaul dengan kawan-kawannya.
Suatu
hari disaat ia pergi ke kantin bersama sahabatnya, ia melihat seorang gadis
yang membuat hatinya senang. Lambat laun, setelah ia bertemu dengan gadis itu,
ia sering sekali memikirkannya. Andi berusaha keras agar bisa kenal dengan
gadis itu, namun usahanya sering gagal, karna di saat ia ingin ngobrol
dengannya, gadis itu selalu menghindarinya, usahanya terbilang sia sia.
Suatu
hari, ya itu hari Jum’at, dimana Andi biasa mengikuti kegiatan ekstrakulikuler
Pramuka sepulang sekolah. Hari itu terasa berbeda bagi Andi, karena disaat ia
datang ke sekolah untuk menjalani kegiatan ekstrakulikulernya ia melihat gadis
yang selama ini membuat senang hatinya.
“Ah… ternyata dia mengikuti Pramuka juga… hmmm”
Sembari tersenyum riang .
Kemudian Andi menyapa gadis itu dengan harapan bisa
mengenalnya lebih jauh.
“Hai..” sapa Andi
“Hai..” sapa Andi
“Hai juga..” jawab sang gadis
“Hihihihi.. Boleh kah saya tahu namamu ?” tanya Andi
“Hmm.. Boleh kok, namaku Rini, kalau namamu siapa
?”jawab dan tanya gadis itu
Singkat waktu perbincangan
itu, mereka mulai terlihat akrab. Andi pun mulai merasa suka pada Rini, dan
begitu pula sebaliknya, Rini juga memiliki rasa yang sama dengan Andi.
Beberapa Bulan kemudian, Andi mengajak Rini
jalan-jalan, kemudian mereka mampir ke sebuah tempat makan. Disaat setelah
mereka makan, Andi mengungkapkan perasaannya kepada Rini, ia tampak senang bisa
mengungkapkan perasaanya tersebut, Rini juga merasa senang akan ungkapan
perasaanAndi itu. “Begini Ndi, bukannya aku tidak mau menerima mu, sebentar
lagi kan kita akan menghadapi ujian kenaikan kelas, jadi kita harus konsen
dulu, masalah itu entar kalau udah naik kelas aja ku jawab…”ungkap Rini pada Andi.
“Owhhh..begitu ya.. okelah kalau begitu, kita konsen menghadapi ujian dulu. Eh tapi jangan lupa janjimu” sahut Andi dengan Gembira.
“Owhhh..begitu ya.. okelah kalau begitu, kita konsen menghadapi ujian dulu. Eh tapi jangan lupa janjimu” sahut Andi dengan Gembira.
Singkat Cerita, mereka
berdua sudah berhasil naik kelas, Andi merasa senang akan hal ini. Kemudian, sepulang
sekolah ia menemui Rini, dan menanyakan tentang janjinya dulu.
“ Iya ndi aku inget, jawabnya nanti yah lewat sms, aku malu mau jawab sekarang, hehehe” kata Rini.
“ Haduuhh… iya dah, aku tunggu smsmu nanti yaa. Hehehe” jawab Andi.
“ Iya ndi aku inget, jawabnya nanti yah lewat sms, aku malu mau jawab sekarang, hehehe” kata Rini.
“ Haduuhh… iya dah, aku tunggu smsmu nanti yaa. Hehehe” jawab Andi.
Sepulang sekolah, Andi ganti
baju dan mengambil makanan, dan menunggu-nunggu
sms dari Rini. “Tit tit tit… tiit tit” hp Andi berbunyi, dengan segera Andi membuka hp dan mulai membaca sms dari Rini, “iya Ndi aku mau kok J” Sebuah kalimat yang dikirimkan Rini lewat sebuah sms, membuat Andi begitu senang, karena yang selama ini ia inginkan pada akhirnya menjadi kenyataan juga. Semenjak kejadian itu, Andi begitu bersemangat untuk pergi ke sekolah, tak sabar menanti datangnya seorang gadis yang menyayanginya, bak hati, dan selalu menyemangatinya untu belajar dengan rajin. Andi selalu menenmani Rini ke perpustakaan, ke kantin, dan juga mereka sering pulang bersama – sama.
sms dari Rini. “Tit tit tit… tiit tit” hp Andi berbunyi, dengan segera Andi membuka hp dan mulai membaca sms dari Rini, “iya Ndi aku mau kok J” Sebuah kalimat yang dikirimkan Rini lewat sebuah sms, membuat Andi begitu senang, karena yang selama ini ia inginkan pada akhirnya menjadi kenyataan juga. Semenjak kejadian itu, Andi begitu bersemangat untuk pergi ke sekolah, tak sabar menanti datangnya seorang gadis yang menyayanginya, bak hati, dan selalu menyemangatinya untu belajar dengan rajin. Andi selalu menenmani Rini ke perpustakaan, ke kantin, dan juga mereka sering pulang bersama – sama.
Hubungan dua sejoli itu
berlanjut hingga SMA, mereka berdua tidak satu sekolahan lagi. Tetapi Andi dan
Rini berjanji untuk saling menjaga perasaan satu sama lain, agar tiada
pertikaian, dan menjauhkan dari rasa cemburu di benak mereka.
Enam bulan menjalani masa –
masa SMA, Andi mendengar kabar dari teman satu sekolahan Rini, bahwa Rini
sedang didekatin seorang laki – laki disekolahannya, mendengar kabar itu
timbullah rasa cemburu dibenak Andi. Sepulang sekolah, Andi menyimpan rasa
cemburunya di depan Rini dengan raut muka yg begitu sedih disaat ia menemuinya,
Rini pun menanyakan kenapa Andi tampak sedih. Andi kemudian menceritakan apa
yang telah didengarnya. Kemudian Rini mengklarifikasikan masalah tersebut.
Sesampai dirumah Andi masih
belum percaya sepenuhnya akan penjelasan Rini, sesaat memikirkannya, terdengar
ada yang sedang mengetuk pintu rumah Andi, ketika ia membuka pintu ternyata
Rini yang ada dibalik pintu, kemudian Andi mengajak rini masuk ke ruang tamu
dan menanyakan ada apakah Rini kerumahnya, ternyata tujuan Rini kerumah Andi
ialah memperjelas masalah tadi yang ia klarifikasikan, Andi sekarang menjadi
lebih lega akan penjelasan Rini. Mulai saat itulah hubungan keduanya semakin
erat dan kuat.
Beberapa minggu kemudian,
Andi menyiapkan suprize untuk Rini yang hari itu sedang ulang tahun. Setelah
menyiapkan suprize, Andi menunjukkannya kepada Rini dan menyanyikan lagu
selamat ulang tahun dan meberikan hadiah kepadanya, Rini tampak begitu senang
akan Hal itu dan ia mengucapka banyak terimakasih pada Andi. Dan kemudian Andi
mengajak Rini makan bareng.
Ke esokan harinya, tepat
pada hari Minggu pagi Rini mengantarkan Ibundanya pergi belanja ke pasar. Namun
kejadian na’as datang pada Rini dan Ibundanya, ditengah jalan sepeda motor yang
dinaiki oleh rini tertabrak oleh Bus Pariwisata, keduanya langsung dibawa
masyarakat setempat ke Rumah Sakit terdekat. Mendengar kabar akan terjadinya
kecelakaan yang menimpa Rini dan Ibundanya Andi pun langsung pergi ke Rumah
Sakit, dimana Rini dan Ibundanya berada. Disaat Andi sampak ke Rumah Sakit,
Andi diberitahu oleh sanak keluarga Rini yang sudah berada disana, bahwa Rini
meninggal disaat dirawat, dan Ibunda Rini sedang kritis. Mengetahui akan hal
itu Andi meneteskan air matanya, dan sangat terpukul. Sore harinya Andi datang
ke acara penguburan jenazah Rini, Andi meneteskan lagi air matanya, mengingat
kenangan yang mereka berdua lalui. Dan senandung cinta mereka terpisah kan oleh
maut. Sejakhari itulah Andi menjalani harinya tanpa
kehadiran seorang pujaan hatinya, Rini tersayang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar